Artikel ini saya tulis dan posting dari aplikasi 'Bogpress' yang ada di iPod touch saya. Mengapa basa basi semacam ini harus saya sampaikan?

Pertama, karena sekarang saya sedang membicarakan 'offline blog editor', beberapa aplikasi yang akan membantu kita meng-update blog secara offline. Memang ada cara yang selama ini kita lakukan; menuliskannya (dan meng-edit) di Word kapanpun kita sempat, dan setelah berkesempatan online, kita lalu meng-copy-paste-nya ke editor-post yang ada dalam menu admin blog. Tapi itu saya sebut sebagai cara kuno, atau 'sounds like primitif'.

Kedua, aktifitas nge-blog bisa kita lakukan kapan saja dan dimana saja, kita mau. Saya sedang meng-kampanye-kan 'blogging everywhere'. "Menulis-lah. Dan anda akan menemukan banyak kejutan-kejutan di dalamnya.."

Sekarang ini ada banyak aplikasi editor blog yang bisa kita akses secara offline. Kita bisa mengeditnya kapan saja tanpa harus online. Dan setelah mendapatkan koneksi internet, kita langsung bisa memposting-nya dengan sekali klik. Cukup mudah, dan saya rasa sangat nengasyikkan.
Inilah yang ada dalam daftar saya: windows live writer, bytescout post2blog, blogjet (berbayar), blog post entry (ubuntu), shozu (mobile), wordpress for iPhone and BB (mobile), dan blogpress ini (berbayar).
Jumlahnya saya kira lebih dari cukup. Dan kalo sempat, tidak ada salahnya ada cobai satu persatu. Dari situ anda akan mendapatkan editor blog yang 'pas' dengan aktifitas anda.

Tetapi hanya editor blog dalam kategori mobile yang akan membuat kita benar-benar 'blogging everywhere'. Kita bisa melakukannya sembari duduk di ruang tunggu klinik, di taman sambil menunggui anak-anak bermain (seperti yang sekarang saya lakukan), atau bahkan di tengah jalan raya, ketika berada dalam kemacetan yang menggila.

Blogging, mari kita geser menjadi aktifitas dengan aroma intelek, di tengah-tengah waktu sempit dan lengang kita, yang biasa kita isi dengan hal-hal yang mubazir.


Masih fungsional-kah mesin fax?

Di saat teknologi internet berkembang secara luar biasa dan mencengangkan, email terasa begitu dominan peranan-nya dalam hal korespondensi. Apalagi sekarang dipicu dengan push mail, blackberry service dan layanan email super-cepat lainnya. Dalam email memungkinkan kita mengirimkan banyak hal: file word-sheet yang berlembar-lembar, gambar dengan resolusi tinggi, file audio atau video yang di-kompress atau berupa link download, dan dokumen elektronik mutakhir dalam bentuk pdf. Komplit, tidak ada lagi yang tersisa. Lalu apalagi yang bisa kita harapkan dari pengiriman dokumen melalui fax?

Nyatanya mesin fax tak benar-benar mati. Ia masih saja diproduksi dengan memadukannya dengan berbagai teknologi terkini. Ia dipadukan dengan printer dan scanner. Ia juga dapat dikirimkan melalui nomor GSM, dengan perangkat tersendiri. Ia juga dapat dikirimkan melalui laptop atau PC, dan hanya membutuhkan sambungan kabel telpon. Dan terakhir, ada layanan pengiriman dan penerimaan fax secara online. Dokumen fax tadi akan tersimpan dalam bentuk email. Hey, bukankah ini hal yang menarik?

Dan ini sebagai pertanda bahwa pengiriman dokumen melalui fax masih betul-betul dibutuhkan. Kita tak bisa benar-benar meremehkan hal ini. Lihatlah dalam box berisi kartu nama relasi teman-teman anda. Perusahaan tempat mereka bekerja selalu saja mencantumkan nomor fax di samping nomor telepon mereka. Bahkan sering 'zonder' alamat email.

Saat ini, kita belum bisa mengandalkan sepenuhnya koneksi internet, dimana email harus diterima dan terkirim melalui-nya. Masih banyak relasi-relasi dan teman-teman kita yang hanya bisa menerima dokumen yang kita kirim melalui mesin fax. Bahkan pengaduan atau complain dari customer service operator seluler -seperti yang kemarin saya alami -disarankan dikirim lewat fax! Sekali lagi, ini tentang customer service operator selular.

Saya kira untuk sepuluh tahun ke depan, fax masih sangat dibutuhkan oleh kita. Mungkin malah akan berkembang dengan berbagai alternatif baru yang tidak kita duga sebelumnya.


Ada satu kekhawatiran ketika kita menulis di blog. Orang mungkin akan dengan mudah copy-paste tulisan kita, dan mengaku sebagai tulisannya.

Kekhawatiran yang nggak perlu. Dan ini sedikit banyak karena copyscape. Sebuah situs yang membantu kita menemukan dimana saja tulisan kita ‘mengalir sampai jauh’. Saya beberapa kali memanfaatkan situs ini, dan beberapa kali pula berhasil menemukan ternyata tulisan saya memang telah ‘mengalir sampai jauh’. Ada beberapa blogger yang meng-copy-paste tulisan saya, tetapi mereka tak lupa menyertakan link sumber tulisan. Saya lega.

Cukup ketikkan http://copyscape.com di halaman browser anda. Tampilan-nya cukup sederhana. Tapi begitu kita ketikkan alamat tulisan kita di form alamat yang sudah disediakan, dan kita klik ‘go’, copyscape akan langsung bekerja dengan teknologi penelusuran yang luar biasa. Untuk anda yang sering menulis di dunia maya, tentu copyscape akan sangat membantu. Terutama bagi anda yang khawatir dengan aksi plagiat. Bagi anda yang jarang menulis, atau sama sekali belum, copyscape akan memberikan rasa aman bagi anda, agar segera menulis.